Mohon tunggu, kami sedang memproses pembayaran Anda.
Mohon untuk tidak menutup atau melakukan reload halaman ini.
Terima Kasih.
Setelah beberapa bulan diwarnai volatilitas, foreign
net inflows mulai kembali terlihat di pasar Indonesia. Kembalinya
aliran dana asing menjadi salah satu perkembangan yang menarik untuk dicermati,
terutama di tengah upaya pasar mencari momentum pemulihan dan stabilitas aset
domestik.
Lalu, apa artinya bagi investor? Fixed IncomeJadi Salah Satu Area yang Menarik Dicermati.
Salah satu area yang dapat menjadi perhatian adalah fixed income atau instrumen pendapatan tetap. Ketika investor asing kembali masuk ke pasar obligasi Indonesia, kondisi tersebut dapat menjadi salah satu katalis positif bagi aset pendapatan tetap. Bagi investor dengan profil risiko yang sesuai, reksa dana pendapatan tetap dapat menjadi bagian dari strategi untuk membangun portofolio yang lebih terdiversifikasi.
Dua pilihan yang dapat dicermati adalah Reksa Dana BRI Melati Pendapatan Utama dan Reksa Dana BRI Brawijaya Abadi Abadi Pendapatan tetap yang masing-masing memiliki imbal hasil 1 Tahun 2,62% dan 2,68% Per tanggal 31 Agustus 2026.
Bukan Berarti Gold Kehilangan Relevansi
Di tengah kembalinya foreign inflows, diversifikasi
tetap menjadi bagian penting dalam membangun portofolio. Emas tetap memiliki
relevansi sebagai salah satu aset diversifikasi untuk jangka panjang, terutama
dengan tren global central banks yang terus melakukan akumulasi emas sebagai
bagian dari diversifikasi cadangan dan mengurangi ketergantungan pada US
Dollar.
Dengan demikian, kembalinya aliran dana asing ke Indonesia
bukan berarti investor harus memilih satu aset dan meninggalkan aset lainnya.
Justru, momentum ini dapat menjadi pengingat pentingnya menempatkan setiap aset
sesuai dengan peran dan profil risikonya dalam portofolio.
Foreign inflows returning to Indonesia is a positive
signal.
Namun, pasar tetap memiliki risiko dan volatilitas. Karena itu, investor perlu melihat momentum pasar sebagai bagian dari pertimbangan, bukan satu-satunya dasar dalam mengambil keputusan investasi. Pada akhirnya, portofolio yang tepat bukan hanya tentang mengikuti ke mana pasar bergerak, tetapi tentang memilih strategi yang sesuai dengan tujuan dan profil risiko masing-masing investor.
*Sumber : BRI Manajemen Investasi. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa mendatang. Investor wajib membaca prospektus sebelum mulai berinvestasi.