Artikel
Kementerian Keuangan prediksi ekonomi Indonesia tumbuh 5,2%
Berita Utama | 14-Feb-2022 15:52:29 - by boadmincontent

Zona Amerika

  • Inflasi bulan Januari tumbuh 7,5% secara tahunan tertinggi sejak tahun 1982 dan di atas proyeksi 7,3%. Inflasi yang tinggi ini disebabkan oleh harga energi yang meningkat, masalah suplai produksi dan permintaan yang mulai pulih.
  • Pekan ini akan dirilis hasil pertemuan the Fed. Selain itu The Fed akan melakukan pertemuan secara tertutup pekan ini, belum diketahui secara pasti apakah pertemuan ini akan menghasilkan kenaikan suku bunga yang lebih cepat dari jadwal.
  • Data penjualan retail bulan Januari akan dirilis pekan ini yang diprediksi pulih 1,8% mom setelah di bulan Desember turun -1,9% mom.

Zona Indonesia

  • Ekonomi di kuartal IV tumbuh 5% secara tahunan sedangkan di tahun 2021 tumbuh 3,69% secara tahunan. Kementerian Keuangan memprediksi bahwa di tahun 2022 ekonomi Indonesia dapat tumbuh 5,2% secara tahunan.
  • Tingkat kepercayaan konsumen bulan Januari meningkat menjadi 119.6. Sedangkan cadangan devisa bulan Januari menurun menjadi US$ 141,3 miliar.
  • Sesuai ekspektasi Bank Indonesia belum mengubah suku bunga acuan. Kenaikan suku bunga diprediksi baru terjadi di semester II-22.
  • Neraca perdagangan bulan Januari akan dirilis pekan ini yang diprediksi masih tercatat surplus US$ 0,05 miliar vs surplus US$ 1,02 miliar bulan Desember.
  • Pekan ini akan dirilis current account tahun 2021 yang diprediksi surplus 0,3% terhadap PDB. Sedangkan di tahun 2022, Bank Indonesia memprediksi current account kembali defisit sebesar 1,1 - 1,9% terhadap PDB.  

Market View:

IHSG selama sepekan ditutup menguat 1,25% WoW di level 6.815,61. Pekan ini, IHSG masih dapat berada di teritori yang positif didukung oleh data makroekonomi Indonesia beberapa di antaranya adalah neraca perdagangan bulan Januari yang masih akan tercatat surplus serta current account yang akan surplus di tahun 2021. Asing mencatatkan pembelian bersih sebesar IDR 7,62 T selama sepekan (inflow YTD: IDR 15,35 T). Pada pekan lalu, tiga sektor yang mencatatkan penguatan tertinggi adalah sektor transportasi,industri dasar,dan industrial masing-masing sebesar sebesar 7,02%, 2,00% dan 1,59% secara mingguan.

Pada tanggal 11 Februari 2022, yield benchmark SUN 5 tahun (FR0090) flat menjadi 5,28%, yield benchmark 10 tahun (FR0091) flat menjadi 6,48%, yield benchmark SUN 15 tahun (FR0093) flat menjadi 6,45% dan yield benchmark 20 tahun (FR0092) naik menjadi 6,94%.

Untuk INDON 10 tahun (INDON 31), yield bergerak naik di level 2,82% dan yield US Treasury 10 tahun flat di 1.96% (dibandingkan dengan posisi per 4 Februari 2022 yaitu 2,71% dan 1,93%). Premi resiko Indonesia yang terefleksikan dalam CDS 5 tahun naik ke level 96.68 bps. Rupiah ditutup menguat 0,12 % WoW pada level 14,359.

Kepemilikan asing pada pasar SUN per tanggal 10 Februari 2022 tercatat sebesar IDR 893,91 Triliun atau  sebesar (18,99% dari total outstanding-nya) menurun dibandingkan posisi per 4 Februari 2022 yaitu sebesar IDR 894,06  Triliun (19,03% dari total outstanding-nya).

Terkait adanya varian baru atas Covid-19 yang pertama kali diketahui berasal dari Afrika Selatan dan telah menyebar ke beberapa negara seperti Inggris, Jerman, Belgia hingga Hong Kong telah menekan pasar modal global khususnya saham termasuk IHSG. Pemerintah meyakinkan bahwa saat ini ketersediaan kapasitas laboratorium yang dimiliki Indonesia sangat mendukung untuk mengindentifikasi varian baru atas covid-19 sehingga langkah antisipatif dapat segera dilakukan. Untuk meminimalkan penyebaran varian baru atas covid-19  pemerintah menaikkan hari karantina atas kedatangan warga dari luar negeri menjadi 14 hari.  Harapannya gelombang ketiga atas covid-19 tidak terjadi di Indonesia sehingga ekspektasi perbaikan ekonomi di tahun 2022 dapat terealisasi.

 

Tetaplah berinvestasi!

 

Market Data:

JCI

Indonesia IDR
10yr (%)

Indon
10yr (%)

US Treasury
10yr (%)

USD/IDR

6,815

6,48

2,82

1,96

14,359


Economic Data:

Indonesia Neraca Perdagangan Desember (USD)

Indonesia Ekspor Desember (% YoY)

Indonesia Impor Desember (% YoY)

1,02 miliar

35,3

47,93

*Data per akhir minggu.

• Publikasi ini bukan merupakan suatu bentuk tawaran untuk menjual atau membeli efek atau derivatifnya yang termuat dalam publikasi ini. Isi dari publikasi ini bukan merupakan nasehat investasi kepada pihak manapun. Rekomendasi yang termuat dalam publikasi ini belum tentu sesuai untuk setiap calon investor. Meskipun seluruh  informasi yang termuat dalam publikasi ini diperoleh dari sumber yang kami percaya, namun kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapannya. Pendapat dan rekomendasi yang termuat dalam publikasi ini berlaku terbatas pada tanggal pembuatan dan setiap saat dapat berubah dan diubah oleh PT Danareksa Investment Management (“DIM”) tanpa pemberitahuan sebelumya. DIM tidak berkewajiban memperbaharui atau menambahi informasi yang termuat dalam publikasi ini. Publikasi ini ditujukan sebagai informasi dan tidak bertujuan untuk membentuk suatu dasar keputusan investasi. Investor harus menetapkan sendiri setiap keputusan sesuai dengan kebutuhan dan strategi investasi dengan mempertimbangkan masalah hukum, pajak dan akuntasi. DIM maupun setiap karyawan dan afiliasinya tidak bertanggung jawab terhadap setiap keputusan investasi yang diambil oleh investor.

• Hak milik atas bentuk dan isi presentasi ini sepenuhnya dilindungi oleh peraturan perundangan yang berlaku di Indonesia khususnya tentang hak cipta bagi kemanfaatan DIM. Tidak diperkenankan seorangpun melakukan fotokopi, menyalin, mereproduksi baik secara manual maupun elektronik atau dengan cara apapun sebagian atau seluruhnya yang dapat berakibat dokumen ini digandakan dan digunakan baik untuk tujuan ekonomis atau tujuan lainnya tanpa ada persetujuan terlebih dahulu dari DIM. Investasi melalui Reksa Dana mengandung risiko. Calon Pemodal wajib membaca dan memahami Prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui Reksa Dana.  Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa datang. Reksa Dana adalah produk pasar  modal dan BUKAN merupakan produk perbankan; BUKAN  merupakan bagian dari simpanan