Artikel
Ulasan Pasar: IHSG Sepekan ditutup Melemah 1,34% WoW
Berita Utama | 13-Jun-2022 11:10:29 - by boadmincontent

Zona Amerika

  • Inflasi bulan Mei secara tahunan tumbuh 8,6% di bulan Mei, tertinggi sejak Desember 1981 dan di atas ekspektasi 8,3%. Secara bulanan tumbuh 1% melebihi ekspektasi 0,7%.
  • The Fed akan mengadakan pertemuan pekan ini tanggal 16 Juni, seharusnya tidak memberikan efek kejut kepada pasar karena akan menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 bps seperti arahan pimpinan the Fed sebelumnya.

 Ulasan Pasar - 13 Juni

 

Zona Eropa

  • Bank Sentral Eropa memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 bps di bulan Juli dan potensi untuk menaikkan suku bunga acuan lebih tinggi di bulan September bila inflasi tetap tinggi. Inflasi tahun 2022 diprediksi ECB akan tumbuh 6,8% secara tahunan jauh lebih tinggi dari target 2%.

Zona Indonesia

  • Cadangan devisa bulan Mei relatif flat berada di level US$ 135,6 miliar vs US$ 135,7 miliar bulan April.
  • Tingkat kepercayaan konsumen bulan Mei mengalami kenaikan yang cukup signifkan tercatat di level 128,9 vs 113,1 bulan April.
  • Data penjualan retail bulan April tumbuh 8,5% secara tahunan melambat dibandingkan pertumbuhan 9,3% secara tahunan di bulan Maret. Pertumbuhan bulan April merupakan yang terlambat sejak bulan Oktober.
  • Neraca perdagangan bulan Mei akan dirilis pekan ini, tetap diprediksi surplus US$ 5,3 miliar vs surplus US$ 7,56 miliar bulan April di tengah adanya aktivitas larangan ekspor CPO di bulan Mei selama kurang lebih 3 pekan.

Market View:

IHSG selama sepekan ditutup melemah 1,34% WoW di level 7.086,648. IHSG pekan ini potensi mengalami pelemahan mengikuti pergerakan saham pasar global sebagai efek inflasi AS bulan Mei yang masih tetap tinggi sehingga the Fed potensi masih akan tetap agresif menaikkan suku bunga acuan hingga bulan September. Namun diharapkan koreksi IHSG hanya bersifat sementara karena kondisi makroekonomi Indonesia yang cukup kuat yaitu pertumbuhan ekonomi kuartal II yang akan tumbuh signifikan serata neraca transaksi berjalan Indonesia yang potensi masih surplus di kuartal II yang akan berefek positif bagi nilai tukar rupiah. Asing mencatatkan pembelian bersih sebesar IDR 1,31 T selama sepekan (inflow YTD: IDR 70,53 T). Pada pekan lalu, tiga sektor yang mencatatkan pelemahan tertinggi adalah sektor industri dasar,keuangan dan transportasi dan infrastruktur masing-masing sebesar -3,24%,-2,03% dan -8,14% secara mingguan.

 

Pada tanggal 10 Juni 2022, yield benchmark SUN 5 tahun (FR0090) naik menjadi 6,25%, yield benchmark 10 tahun (FR0091) naik menjadi 7,21%, yield benchmark SUN 15 tahun (FR0093) naik menjadi 7,32% dan yield benchmark 20 tahun (FR0092) naik menjadi 7,32%.

 

Untuk INDON 10 tahun (INDON 31), yield bergerak naik di level 4,12% dan yield US Treasury 10 tahun naik di 3.17% (dibandingkan dengan posisi per 3 Juni 2022 yaitu 4% dan 2,94%). Premi resiko Indonesia yang terefleksikan dalam CDS 5 tahun naik ke level 119.61 bps. Rupiah ditutup melemah 0,95 % WoW pada level 14,569.

 

Kepemilikan asing pada pasar SUN per tanggal 9 Juni 2022 tercatat sebesar IDR 806,78 Triliun atau sebesar (16,71% dari total outstanding-nya) meningkat dibandingkan posisi per 3 Juni 2022 yaitu sebesar IDR 801,75  Triliun (16,66% dari total outstanding-nya).

 

Kasus harian covid-19 akibat varian omicron cenderung mengalami penurunan, pemerintah tetap menghimbau kepada masyarakat untuk tetap disiplin protokol kesehatan dan mempercepat proses vaksinasi. Beberapa negara di Eropa berencana untuk mencabut pembatasan sosial akibat adanya covid-19 karena dianggap varian omicron bukanlah ancaman yang serius. Indonesia bukan tidak mungkin mengikuti langkah yang sama namun akan diambil kebijakan setelah mendapatkan masukan dari pakar epidemiologi. Mobilitas masyarakat yang kembali normal akan mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia.

 

Tetaplah berinvestasi!

 

Market Data:

JCI

Indonesia IDR
10yr (%)

Indon
10yr (%)

US Treasury
10yr (%)

USD/IDR

7,086

7,21

4,12

3,17

14,569


Economic Data:

Indonesia Neraca Perdagangan April (USD)

Indonesia Ekspor April (% YoY)

Indonesia Impor April (% YoY)

7,56 miliar

47,76

21,97