Artikel
Ulasan Pasar: Surplus Neraca Perdagangan April Tertinggi Sepanjang Sejarah
Berita Utama | 23-Mei-2022 13:36:07 - by boadmincontent

Zona Amerika

  • Data penjualan retail bulan April tumbuh 0,9% secara bulanan lebih rendah dibandingkan kenaikan di bulan Maret yang tumbuh 1,4% bulanan tapi pertumbuhan bulan April sesuai ekspektasi pasar.

Zona Asia

  • Shanghai yang merupakan kota paling padat penduduk di China mulai merelaksasi aktivitas lockdown, transportasi publik mulai beroperasi normal secara parsial.  

Zona Indonesia

  • Surplus neraca perdagangan bulan April tercatat USD 7,56 miliar jauh di atas ekspektasi surplus USD 3,25 miliar dan merupakan tertinggi sepanjang sejarah. Ekspor tumbuh 47,6% secara tahunan yang merupakan tertinggi selama 5 bulan terakhir sedangkan impor hanya tumbuh 21,97% secara tahunan yang merupakan pertumbuhan terlemah sejak Februari-21.

 Ulasan Pasar - 23 Mei

 

  • Neraca transaksi berjalan tercatat surplus USD 0,22 miliar di kuartal I-22 atau sebesar 0,1% terhadap PDB. Surplus ini tercatat selama 3 kuartal terakhir.
  • Kementrian keuangan akan menambah subsidi energi senilai IDR 349,9T sehingga tidak ada kenaikan tarif listrik dan bensin pertalite sehingga inflasi di tahun 2022 dapat terkendail. Pembiayaan tambahan subsidi energi ini bukan melalui penerbitan obligasi tapi melalui kenaikan penerimaan pajak.
  • Pekan ini Bank Indonesia akan membahas kebijakan moneter diprediksi tidak ada perubahan suku bunga acuan.

 

Market View:

IHSG selama sepekan ditutup menguat 4,85% WoW di level 6.918,144. Pekan ini IHSG seharusnya masih akan terus pulih sejalan dengan pemulihan pasar global, pemerintah China yang masih on track untuk merelaksasi aktivitas lockdown akan mendukung pemulihan perekonomian global. Sedangkan dari dalam negeri keputusan kementrian keuangan untuk meningkatkan subsidi energi akan membuat inflasi terkendali serta daya beli konsumen tetap terjaga sehingga pertumbuhan ekonomi di tahun 2022 masih dapat sesuai target. Asing mencatatkan pembelian bersih sebesar IDR 87,30 miliar selama sepekan (inflow YTD: IDR 63,09 T). Pada pekan lalu, tiga sektor yang mencatatkan penguatan tertinggi adalah sektor energi,non siklikal dan teknologi masing-masing sebesar sebesar 3,84%, 3,20% dan 11,74% secara mingguan.

 

Pada tanggal 20 Mei 2022, yield benchmark SUN 5 tahun (FR0090) turun menjadi 6,43%, yield benchmark 10 tahun (FR0091) turun menjadi 7,23%, yield benchmark SUN 15 tahun (FR0093) flat menjadi 7,46% dan yield benchmark 20 tahun (FR0092) turun menjadi 7,39%.

 

Untuk INDON 10 tahun (INDON 31), yield bergerak flat di level 4,12% dan yield US Treasury 10 tahun turun di 2.78% (dibandingkan dengan posisi per 13 Mei 2022 yaitu 4,19% dan 2,93%). Premi resiko Indonesia yang terefleksikan dalam CDS 5 tahun naik ke level 128.05 bps. Rupiah ditutup melemah 0,29% WoW pada level 14,661.

 

Kepemilikan asing pada pasar SUN per tanggal 12 Mei 2022 tercatat sebesar IDR 813,21 Triliun atau  sebesar (16,70% dari total outstanding-nya) menurun dibandingkan posisi per 28 April 2022 yaitu sebesar IDR 827,85  Triliun (17,03% dari total outstanding-nya).

 

Kasus harian covid-19 akibat varian omicron cenderung mengalami penurunan, pemerintah tetap menghimbau kepada masyarakat untuk tetap disiplin protokol kesehatan dan mempercepat proses vaksinasi. Beberapa negara di Eropa berencana untuk mencabut pembatasan sosial akibat adanya covid-19 karena dianggap varian omicron bukanlah ancaman yang serius. Indonesia bukan tidak mungkin mengikuti langkah yang sama namun akan diambil kebijakan setelah mendapatkan masukan dari pakar epidemiologi. Mobilitas masyarakat yang kembali normal akan mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia.

 

Tetaplah berinvestasi!

 

Market Data:

JCI

Indonesia IDR
10yr (%)

Indon
10yr (%)

US Treasury
10yr (%)

USD/IDR

6,918

7,23

4,12

2,78

14,661


Economic Data:

Indonesia Neraca Perdagangan April (USD)

Indonesia Ekspor April (% YoY)

Indonesia Impor April (% YoY)

7,56 miliar

47,76

21,97